sekarang hari h bwt smuanya, hr ni bisa aja hidupku bakalan jadi beda . nggak tau kenapa juga, hari ini aku seneng banget sama cuacanya, anginya sepoi-sepoi, enak banget . sekarang aku lagi ngefans banget sama 'seorang' aku ngefans sama dia, karena kesempurnaan dia , gimana sayangnya dia ke pacarnya, dan aku juga tau sekarang apa yg aku cari . kemaren aku nulis ini :
sekarang, aku tau apa yang harus aku cari . aku sadar, itu bukan dia, bukan sesuatu yang mati-matian aku tunggu . yang juga selalu saja aku harap ada di fikirannya setiap waktu . dan aku juga sadar, yang kita cari berbeda .
mungkin aku terlalu berangan jauh, mungkin aku juga sedikit hiperbola dengan semuanya . tapi ini aku, yang masih bingung apa yang harus aku cari .
perlahan, aku mulai meninggalkan bayangannya, meninggalkan perbedaan .
aku benci itu, perbedaan antara dulu dan sekarang . aku benci, karena sekarang semua orang pergi, karena semua orang menjadi suatu yang sangat aku benci, berbeda . kata yang sebenarnya tidak mau aku dengar sepanjang masaku . yang hilang, sekarang mulai tergantikan dengan duniaku yang sempit ini . dunia yang penuh dengan sesuatu yang aku benci , dan disini perlahan jiwaku hampir habis untuk sekedar berdiri .
Rabu, April 08, 2009
Jumat, April 03, 2009
Dia lagi-dia lagi
Tadi dateng ke ultahya fauzy, pertama cuma aku, fela, ela, sama dhista yang berangkat. Trus juga udah ada Taufik, Irvan, Sama Zaky di WS . Nunggu lumayan lama, trus dateng gardin. Dateng lagi bowo beberapa menit kemudian, yang dateng dan dateng-dateng malah lagsung pada ngisep rokok di depan. Padahal mereka tau, si Zaky itu anti banget sama yang namanya rokok, jangankan ngisep, bau asepnya aja udah mau pingsan dia. Hahahaah, aneh juga. Aku juga baru tau, kalau ternyata Zaky itu belum bisa naek motor. ! wkakakakakag . ^_~
Trus abis itu, nyusul deh Diana, Vera, Nina sama andry. Kita udah mulai heboh tuh, mau pesen minum apa, pada heboh sendiri-sendiri gara-gara di pesenin sama Fauzy, steak sirloin double. Pada bingung ngabisinnya, pada bingung juga sama diet mereka (buat anak female) Tapi nggak juga buat yang cowo, mereka malah pada bilang "uenake puol...." hahahaha.. Yah.. mungkin segitu porsinya mbah biel. Hho..
Habis itu pada sibuk foto-foto juga, pada bahas yang nggak pada ngikut. Jeng kelin nggak berangkat, hibatul juga. Malah pas udah pada ngabisin steaknya, si Rizka-afgan baru dateng, bawa kemeja merah keren gombor sambil bawa laptop barunya ! hahaha, semua anak langsung teriak .. "afgan!!!!" nahh.. abis itu si fauzy mesenin double sirloin steak lagi deh! Habis itu, sambil afgan makan tuh steak, ehh.. malah diajak foto-foto sama temen-temen. Semua anak X.2 kecuali (Bowo, Tufik, Zaky,-karena mereka udah pada pulang! Trus Hibatul, widda, sama JK) Semua ikut foto, difotoin sama Oky, pacar Diana yang X.1 jadi nggak boleh ikut foto-foto anak kelas X.2
Habis itu, langsung ke toko 'Kadoku' yang ternyata dalemnya idihhh.. ajjiiiibbb.. barangnya keren-keren busyet! Nyriin tempat CD buat Fauzy, ehh.. abis itu pas lagi milih-milih kertas kado, elak tiba-tiba bilang dengan cemprengnya "Gimana kalau kita foto-foto dulu?" Wahhh.. lagi? Di sini pula? enggak deh.. Langsung deh tak tinggalin aja mereka, malu aku.
Disana tempatnya Pewe abis, mbanya juga nggak kebanyakan cincong. Jadi kita bisa millih sepuasnya.
Pulang- trus langsung nganterin mba fela nyari stik drum buat fauzy, abis itu pulang kerumah, eh.. pas baru masuk rumah mba maya ngajakin keluar beli es, sama nongkrong bentar. Meskipun capek, tapi enak. Jalan-jalan lagi. Apa lagi, sekarang aku lagi kepikiran EB trus, nggak tau kenapa. Kangen mungkin.. tapi.. dia nggak ada, bete.. nggak bisa liat dia lagi hari ini. Kangen sama dia, meskipun udah amat sangat di tentang sama temen-temenku. Mereka mungkin nggak mau kalau aku itu sama seorang EB itu. Tapi nggak tau kenapa, kenapa aku selalu mikir kalau dia itu bakal berubah, dan aku bisa bawa dia dari dunia dia yang sekarang. Meskipun lagi-lagi itu nggak mungkin banget !!!! Aku capek .. Aku pingin kamu disini, tapi itu mustahil..
Aku benci begini terus.. dan aku kemaren pas aku lagi bener-bener sekarat karena sakit, harus mikirin semuanya aku nulis ini :
Aku tidak bisa menganggap sesuatu itu A, karena sebenarnya yang aku lihat itu Z
Aku tidak bisa melihat itu semua benar di mataku, karena memang yang aku lihat itu semua cuma kesalahan bodoh yang benar-benar aku alami di hidupku yang cuma sekali ini, hidupku yang benar-benar sekarang sudah aku anggap semua sia-sia.
Mungkin aku memang manusia sangat tidak tau sama sekali di untung, manusia yang selalu di anggap ‘cuma’ oleh semua orang.
Semuanya mungkin sudah selesai disini. Semua orang yang benar-benar aku percaya mereka adalah hidupku, seolah juga menganggap aku ini ‘cuma’ padahal, sadar atau tidak sadarnya mereka, mereka itu adalah hidupku.
Orang yang sudah aku anggap hidupku itu seolah cuma menganggap aku ini sampah, atau manusia berlebihan yang serba jauh dari sempurna. Hampir tidak ada orang yang seolah mau mendengarkan semua keluhanku, bahkan cuma seolah.
Aku bingung, semua yang aku lakukan itu salah. Semua orang berfikiran aku ini salah. Semua orang beranggapan aku ini berlebihan memandang hidup. Semua orang menyalahkan perasaanku. Semua orang menolak semua rasaku. Aku tidak tahu bagaimana aku ini harus mengutarakan semua yang menyangkut disini. Yang mulai mengeras seperti batu yang tidak pernah lapuk.
Disini, seolah aku tidak sanggup menjalani rasa ini. Seolah aku tidak sanggup berjalan sendirian, berjalan dan terus berjalan. Sampai aku tidak tahu kapan ini semua akan berakhir, kapan semuanya kembali, tapi semakin lama aku berfikir, semua tidak akan pernah kembali seperti yang dulu, seperti sesuatu yang tidak terasa sudah berjalan tiga tahun itu. Aku sadar, menanti itu disini, aku cuma akan menjadi orang gila yang hampir mati karena gila. Dan sekarang yang aku harap, aku bisa menemukan pengganti seperti tiga tahun yang tidak terasa itu. Tiga tahun yang ’hampir’ sempurna bagiku, meskipun banyak sekali rasa sakit yang ada disana, tapi rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang aku tahan sekarang, rasa sakit yang hampir gila aku tahan.
Tapi, semakin aku tunggu aku sadar, itu semua itu lagi-lagi bayangan semu seperti sebuah kehidupan yang selalu aku pendam sangat dalam karena sudah bukan lagi menjadi bayangan yang amat semu. Tapi sudah GELAP !
Aku bingung, bagaimana sekarang aku harus bergerak. Tapi, mungkin sebisa mungkin aku akan terus berjalan, di duniaku yang sempit ini. Dunia yang semakin sempit aku rasakan. Mencoba terus berjalan diantara orang-orang yang cuma menganggap aku ini debu. Dan cuma bisa tersenyum ketika dia tidak berada di sebuah ruang yang gelap lagi.
Dan cuma bisa merasa tersenyum kalau setiap orang itu tertawa melihat aku hilang.

Kalian memang indah.. tapi ini semua bener-bener sedikit demi sedikit membunuhku.. maaf..
Trus abis itu, nyusul deh Diana, Vera, Nina sama andry. Kita udah mulai heboh tuh, mau pesen minum apa, pada heboh sendiri-sendiri gara-gara di pesenin sama Fauzy, steak sirloin double. Pada bingung ngabisinnya, pada bingung juga sama diet mereka (buat anak female) Tapi nggak juga buat yang cowo, mereka malah pada bilang "uenake puol...." hahahaha.. Yah.. mungkin segitu porsinya mbah biel. Hho..
Habis itu pada sibuk foto-foto juga, pada bahas yang nggak pada ngikut. Jeng kelin nggak berangkat, hibatul juga. Malah pas udah pada ngabisin steaknya, si Rizka-afgan baru dateng, bawa kemeja merah keren gombor sambil bawa laptop barunya ! hahaha, semua anak langsung teriak .. "afgan!!!!" nahh.. abis itu si fauzy mesenin double sirloin steak lagi deh! Habis itu, sambil afgan makan tuh steak, ehh.. malah diajak foto-foto sama temen-temen. Semua anak X.2 kecuali (Bowo, Tufik, Zaky,-karena mereka udah pada pulang! Trus Hibatul, widda, sama JK) Semua ikut foto, difotoin sama Oky, pacar Diana yang X.1 jadi nggak boleh ikut foto-foto anak kelas X.2
Habis itu, langsung ke toko 'Kadoku' yang ternyata dalemnya idihhh.. ajjiiiibbb.. barangnya keren-keren busyet! Nyriin tempat CD buat Fauzy, ehh.. abis itu pas lagi milih-milih kertas kado, elak tiba-tiba bilang dengan cemprengnya "Gimana kalau kita foto-foto dulu?" Wahhh.. lagi? Di sini pula? enggak deh.. Langsung deh tak tinggalin aja mereka, malu aku.
Disana tempatnya Pewe abis, mbanya juga nggak kebanyakan cincong. Jadi kita bisa millih sepuasnya.
Pulang- trus langsung nganterin mba fela nyari stik drum buat fauzy, abis itu pulang kerumah, eh.. pas baru masuk rumah mba maya ngajakin keluar beli es, sama nongkrong bentar. Meskipun capek, tapi enak. Jalan-jalan lagi. Apa lagi, sekarang aku lagi kepikiran EB trus, nggak tau kenapa. Kangen mungkin.. tapi.. dia nggak ada, bete.. nggak bisa liat dia lagi hari ini. Kangen sama dia, meskipun udah amat sangat di tentang sama temen-temenku. Mereka mungkin nggak mau kalau aku itu sama seorang EB itu. Tapi nggak tau kenapa, kenapa aku selalu mikir kalau dia itu bakal berubah, dan aku bisa bawa dia dari dunia dia yang sekarang. Meskipun lagi-lagi itu nggak mungkin banget !!!! Aku capek .. Aku pingin kamu disini, tapi itu mustahil..
Aku benci begini terus.. dan aku kemaren pas aku lagi bener-bener sekarat karena sakit, harus mikirin semuanya aku nulis ini :
Aku tidak bisa menganggap sesuatu itu A, karena sebenarnya yang aku lihat itu Z
Aku tidak bisa melihat itu semua benar di mataku, karena memang yang aku lihat itu semua cuma kesalahan bodoh yang benar-benar aku alami di hidupku yang cuma sekali ini, hidupku yang benar-benar sekarang sudah aku anggap semua sia-sia.
Mungkin aku memang manusia sangat tidak tau sama sekali di untung, manusia yang selalu di anggap ‘cuma’ oleh semua orang.
Semuanya mungkin sudah selesai disini. Semua orang yang benar-benar aku percaya mereka adalah hidupku, seolah juga menganggap aku ini ‘cuma’ padahal, sadar atau tidak sadarnya mereka, mereka itu adalah hidupku.
Orang yang sudah aku anggap hidupku itu seolah cuma menganggap aku ini sampah, atau manusia berlebihan yang serba jauh dari sempurna. Hampir tidak ada orang yang seolah mau mendengarkan semua keluhanku, bahkan cuma seolah.
Aku bingung, semua yang aku lakukan itu salah. Semua orang berfikiran aku ini salah. Semua orang beranggapan aku ini berlebihan memandang hidup. Semua orang menyalahkan perasaanku. Semua orang menolak semua rasaku. Aku tidak tahu bagaimana aku ini harus mengutarakan semua yang menyangkut disini. Yang mulai mengeras seperti batu yang tidak pernah lapuk.
Disini, seolah aku tidak sanggup menjalani rasa ini. Seolah aku tidak sanggup berjalan sendirian, berjalan dan terus berjalan. Sampai aku tidak tahu kapan ini semua akan berakhir, kapan semuanya kembali, tapi semakin lama aku berfikir, semua tidak akan pernah kembali seperti yang dulu, seperti sesuatu yang tidak terasa sudah berjalan tiga tahun itu. Aku sadar, menanti itu disini, aku cuma akan menjadi orang gila yang hampir mati karena gila. Dan sekarang yang aku harap, aku bisa menemukan pengganti seperti tiga tahun yang tidak terasa itu. Tiga tahun yang ’hampir’ sempurna bagiku, meskipun banyak sekali rasa sakit yang ada disana, tapi rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang aku tahan sekarang, rasa sakit yang hampir gila aku tahan.
Tapi, semakin aku tunggu aku sadar, itu semua itu lagi-lagi bayangan semu seperti sebuah kehidupan yang selalu aku pendam sangat dalam karena sudah bukan lagi menjadi bayangan yang amat semu. Tapi sudah GELAP !
Aku bingung, bagaimana sekarang aku harus bergerak. Tapi, mungkin sebisa mungkin aku akan terus berjalan, di duniaku yang sempit ini. Dunia yang semakin sempit aku rasakan. Mencoba terus berjalan diantara orang-orang yang cuma menganggap aku ini debu. Dan cuma bisa tersenyum ketika dia tidak berada di sebuah ruang yang gelap lagi.
Dan cuma bisa merasa tersenyum kalau setiap orang itu tertawa melihat aku hilang.

Kalian memang indah.. tapi ini semua bener-bener sedikit demi sedikit membunuhku.. maaf..
Langganan:
Postingan (Atom)
